Selasa, 27 Maret 2012

Menguasai Dasar Animasi Stop-Motion

PENGERTIAN ESTETIKA
Estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan atau taste.
Dalam prosesnya Munro mengatakan bahwa estetika adalah cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan emosi.
Ilmu estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesu-atu yang berkaitan dengan keindah-an, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan.
Alasan Orang Ingin mengenal Estetika
·         Pertama, karena karya-karya seni dan desain yang alami maupun yang buatan begitu berharga sehingga dipelajari ciri-ciri khasnya demi karya seni dan desain itu sendiri.
·         Kedua, ia mesti berpendapat bahwa pengalaman estetika (pengalaman mengenai karya seni dan desain) itu begitu berharga baik untuk ke-lompoknya maupun masing-masing anggotanya sehingga karya seni dan desain khususnya animasi itu mesti dipelajari.
·         Ketiga, mungkin dikira bahwa pe-ngalaman ini begitu bernilai pada dirinya sendiri sehingga membutuh-kan pengujian dan penelitian menge-nai kualitaskualitas karya seni dan desain itu.
Ada dua teori tentang keindahan, yaitu :
v  Subjektif
v  obyektif,
Keindahan subjektif ialah keindahan yang ada pada mata yang memandang.
Keindahan objektif me-nempatkan keindahan pada benda yang dilihat.
Karakter  animator yang sukses adalah :   
    • Mempunyai kecakapan teknis.
    • Mengerti akan sifat bahan
    • Mengerti akan kebutuhan orang banyak
    • Selalu ingin tahu
    • Ketajaman melihat
    • Inisiatif
    • Senang dan cakap
    • Kepercayaan
    • Kejujuran
    • Memperhatikan resiko dan mem-pertanggung-jawabkan karyanya
    • Mengumpulkan data
    • Tekun dan mengerti maksud tu-juannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan animasi, antara lain:
  1. Syarat-syarat yang ditentukan dalam penyatuan (animator, produksi, dan pemasaran)
  2. Kecocokan adanya prinsip ilmu pengetahuan dengan teknik komputer dan peralatan/mesin produksi
  3. Sesuai dengan lingkungan (masyarakat setempat) atau pada segmen tertentu.
  4. Kecocokan sifat animasi dari satu bagian dengan bagian lain
  5. Kemungkinan hasil animasi dan cara pemecahannya.
Estetika Verbal
Estetika verbal adalah kualitas estetik yang lahir karena adanya penggabungan antara berbagai batasan atau alternatif dan kriteria perencanaan secara verbal. Estetik verbal berbeda dengan estetik visual.
Bila estetik visual, keindahan didapat dari sisi luar yang mengarah ke komposisi, sedangkan estetik verbal merupakan keindahan dari dalam yang mengarah arti di balik tampilan karya atau symbol atau lambang yang melekat pada sisi visual
Estetika Verbal
Estetika verbal adalah kualitas estetik yang lahir karena adanya pengga-bungan antara berbagai batasan atau alternatif dan kriteria perencanaan secara verbal. Estetik verbal berbeda dengan estetik visual.
Bila estetik visual, keindahan didapat dari sisi luar yang mengarah ke komposisi, sedangkan estetik verbal merupakan keindahan dari dalam yang mengarah arti di balik tampilan karya atau symbol atau lambang yang melekat pada sisi visual
Karya Animasi harus memeliki estetika, untuk mencapai hal tersebut perlu adanya :
  1. Kesatuan
  2. Keteraturan
  3. Keragaman
  4. Komunikatif
Estetika Teknologi
Estetika Teknologi adalah kualitas estetik yang diciptakan melalui proses teknologi yang menekankan pada pelaksanaan jalannya teknologi (mesin).
Setelah animasi menjadi karya jadi (film), maka nilai estetika berubah dan menyatu pada karya, yang dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok nilai estetika, yaitu:
  1. Nilai obyektif, merupakan nilai suatu karya animasi terletak kondisi dan kualitas fisik karya yang dapat menjelaskan secara rasional.
  2. Nilai relative, adalah nilainilai yang berhubungan dengan preferensi yang disebabkan oleh sikap, pera-saan, selera setiap individu.
  3. Nilai subyektif, merupakan nilai penafsiran atas Kenyataan oleh setiap pribadi dalam mengamati suatu karya animasi.
  4. Nilai Utilitarian, adalah nilai yang memiliki kegunaan sebagai usaha pemenuhan suatu tujuan.
Estetika Industri
Estetika dalam industri animasi merupakan suatu yang kompleks dan mengarah pada perkembangan penggayaan tertentu berdasarkan kebutuhan praktis.
Animator di lingkungan industri selalu diburu waktu dalam membuat karya animasi, karena tuntutan pemasaran/ pesanan.
Estetika Komunikasi
Segi komunikatif pada animasi harus sangat diperhatikan. Bila karya kurang komunikatif, berarti karya tersebut tidak berhasil, atau sesuatu yang diinformasikan kepada kalayak/ masyarakat (audience) tidak akan sampai.
Agar karya animasi bisa sampai ke kalayak, maka harus mem-perhatikan tentang karakter, gerakan,  cerita, dan sebagainya serta segmen yang dibidik sebagai sasaran.
JENIS – JENIS ANIMASI
Animasi dibagi dalam kategori besar, yaitu:
  1. Animasi stop-motion (stop motion Animation)
  2. AnimasiTradisional (traditional Animation 2D)
  3. Animasi Komputer (computer graphics Animation 3D)
  4. Kombinasi Animasi
Stop motion Animation
Stop-motion Animation sering pula disebut claymation karena dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan .
Tehnik stop-motion animasi pertama kali ditemukan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906; yaitu dengan menggambar ekspresi wajah sebuah tokoh kartun pada papan tulis, diambil gambarnya dengan still camera, kemudian dihapus untuk menggambar ekspresi wajah selanjutnya.
Tehnik stop-motion animasi ini sering digunakan dalam visual effect.
Animasi Tradisional
(Traditional Animation)
Tradisional animasi adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan pada saat animasi pertama kali dikembangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar